Pengertian dan Istilah Persekutuan

Posted: 17 February 2013 in materi

fGnYa6I11x

Timbulnya Persekutuan

Persekutuan terjadi apabila dua orang atau lebih mengikat diri untuk memberikan suatu berupa uang, barang atau tenaga dalam bentuk suatu kerja sama.

Istilah Persekutuan

  1. Istilah “Federation” atau “Pesekutuan” berasal dari pada perkataan Yunani. “Feodus” yang memberi maksud persetujuan atau perjanjian (Katni Kamsono Kibat, 1986:83).
  2. Di dalam hukum di Inggris hukum persekutuan dikenal dengan istilah company law adalah himpunan hukum/ilmu hukum mengenai bentuk-bentuk kerja sama baik yang tidak berstatus badan hukum (partnership), maupun yang berstatus badan hukum (comporation).
  3. Istilah Persekutuan terjemahan dari kata maatschap (parnership).Persekutuan Perdata, terjemahan dari burgerlijk maatschap (civil partnership)yang berarti, dua orang atau lebih mengikat diri untuk memberikan suatu berupa uang, barang atau tenaga dalam bentuk suatu kerja sama. Sejarah telah menunjukan bahwa sejak manusia mengenal peradaban, manusia sudah  mengenal bentuk-bentuk yang paling sederhana dalam suatu persekutuan untuk mencari keuntungan yakni dimana dua orang atau lebih menjalankan usaha tanpa membeda-bedakan antara kepentingan individu atau persekutuannya. Persekutuan antara orang-orang dengan tujuan untuk menjalankan perdagangan merupakan suatu kenyataan sejarah sejak jaman manusia mengenal peradaban. Perkembangan selanjutnya adalah berupa harta persekutuan itu dipisahkan dari harta milik pribadi masing-masing, disamping dipisahkannya juga kualitas tindakan mereka, yakni dimana tindakan itu dimaksudkan sebagai tindakanyang hanya khusus mengikat persekutuan ataukah tindakan yang sifatnya di luar pengikatan persekutuannya, jadi yang khusus hanya mengikat diri sendiri secara pribadi.

Pengertian Persekutuan

  1. Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi[1] dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha[2] secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba.
  2. Persekutuan artinya persatuan orang-orang yang sama kepentingannya terhadap suatu perusahaan tertentu. Sekutu artinya peserta pada suatu perusahaan.
  3. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu dalam persekutuan, dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya (Pasal 1618 BW). Persekutuan Perdata didirikan atas dasar perjanjian saja dan tidak mengharuskan adanya syarat tertulis, artinya dapat didirikan dengan lisan saja. Ada dua jenis persekutuan yaitu persekutuan penuh dan persekutuan khusus (Pasal 1620 BW).
    1. Persekutuan Penuh tentang keuntungan hanyalah mengenai segala apa yang akan diperoleh para pihak dengan nama apapun, selama berlangsungnya persekutuan sebagai hasil dari kerajinan mereka (Pasal 1622 BW).
    2. Persekutuan Khusus adalah persekutuan yang mengenai barang-barang tertentu saja atau pemakaiannya atau hasil-hasil yang akan didapatnya dari barang-barang itu atau mengenai perusahaan[3] maupun mengenai hal menjalankan tertentu suatu perusahaan atau pekerjaan tetap (Pasal 1623 BW).
  4. Menurut R. Subekti Persekutuan adalah suatu perjanjian[4] antara dua orang atau lebih untuk berusaha besama-sama mencari keuntungan yang akan dicapai dengan jalan masing-masing memasukkan sesuatu dalam suatu kekayaan bersama.
  5. Menurut Soenawar Soekowati, Persekutuan adalah suatu organisasi kerja sama dalam bentuk taraf permulaan dalam suatu usaha, yang dimaksudkan dalam taraf permulaan disini adalah bahwa Persekutuan merupakan suatu badan yang pra atau sebelum menjadi perkumpulan berbadan hukum. Ia merupakan bentuk badan yang paling sederhana, sebagai dasar dari bentuk-bentuk badan usaha yang telah mencapai taraf yang sempurna (berbelit-belit) pengaturannya.
  6. Menurut Rudhi Prasetya persekutuan adalah bentuk umum dari firma dan CV. Bahkan semula diakui bahwa persekutuan juga merupakan bentuk umum dari Perseroan Terbatas. Namun karena Perseroan Terbatas mengalami perkembangan pesat, maka Perseroan Terbatas tidak lagi menjadi bentuk khusus dari persekutuan.
    1. Persekutuan Firma (Fa), adalah Persekutuan yang didirikan atau diadakan untuk menjalankan perusahaan dengan menggunkan nama bersama dimana semua sekutu bertanggung jawab penuh dan biasanya ikut aktif mengelola perusahaan.
    2. Persekutuan Komanditer (cv) adalah Suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha dimana salah satu atau lebih dari anggotanya bertanggung jawab terbatas.
  • Sekutu Aktif adalah Sekutu yang ikut aktif mengelola perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan seluruh harta pribadinya.
  • Sekutu Pasif (Silent Partner) adalah Sekutu yang hanya menyetor modal saja tanpa ikut mengelola perusahaan.

Dasar Hukum Pengaturan Persekutuan Komanditer

Persoalan Firma diatur dalam Pasal 16-35 KUHD, sementara Pasal 19-21 KUHD adalah aturan untuk Persekutuan Komanditer.

Firma diatur dalam Pasal 16 KUHD, yang dinamakan perseroan firma adalah persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama. Firma harus didirikan dengan akta notaris, namun demikian jika firma tersebut telah menimbulkan kerugian terhadap pihak ketiga, pendirian dengan tanpa akte notarispun telah dianggap berdiri. Kemudian Akta pendirian tersebut harus didaftarkan pada kepaniteraan Pengadilan Negeri dan diumumkan melalui Berita Negara.

Pasal 19 huruf (a) KUHD mengatur bahwa Persekutuan secara melepas uang/ Persekutuan komanditer, didirikan atas satu atau beberapa orang yang bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan dengan satu atau beberapa orang pelepas uang. Terdapatnya aturan Persekutuan komanditer diantara/di dalam aturan mengenai firma, karena Persekutuan komanditer juga termasuk ke dalam bentuk firma dalam arti khusus, yang kekhususannya terletak dari adanya persekutuan komanditer, sementara sekutu jenis ini tidak ada pada bentuk firma (yang ada dalam firma hanya bentuk sekutu kerja atau Firman).


[1]   Asosiasi adalah suatu perkumpulan yang dibuat oleh beberapa orang.

[2]   Usaha adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk mendapatkan penghasilan, baik berupa uang ataupun barang yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dan mencapai kemakmuran yang diinginkan.

[3]   Perusahaan adalah tempat berlangsungnya proses produksi.

[4]   Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s