Hukum Pasar Modal

Posted: 28 April 2013 in materi

DewiKeadilan

Pasar modal antara pihak yang surplus dengan pihak yang depisit dan dana yang diperdagangkan merupakan dana jangka pandang. Pasar modal dibedakan atas dua segmen, yaitu :

1. Non securities Segment, menyediakan dana dari lembaga keuangan langsung kepada perusahaan. Perusahaan berunding langsung dengan lembaga penyedia dana. Misalnya perbankan, perusahaan asuransi, dana pensiun, dll.

2. Securities Segment.

Dirancang dengan maksud dapat menyediakan sumber pembelanjaan perusahaan jangka panjang dan memungkinkan perusahaan melakukan investasi pada barang modal, memperbanyak alat-alat produksi dan menciptakan kesempatan kerja. Tujuan segmen ini memobilisasi tabungan jangka panjang, menyediakan wahana atau saluran tabungan yang dapat ditarik atau ditempatkan pada investasi jangka panjang pada perusahaan-perusahaan produktif.

Jenis Pasar Modal

Di Pasar Modal dikenal beberapa istilah pasar, yaitu :

1. Pasar Perdana. Pasar perdana yaitu pasar yang melakukan penjualan perdana efek/ sertifikat atau penjualan yang dilakukan sesaat sebelum perdagangan di bursa/pasar sekunder. Pada pasar ini efek/sertifikat diperdagangkan dengan harga emisi. Pada pasar perdana perusahaan akan memperoleh dana dengan menjual sekuritas (saham, obligasi, hipotek). Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk menambah barang modal dan seterusnya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Pasar perdana ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi.

2. Pasar Sekunder. Pasar sekunder adalah pasar tempat penjualan efek/sertifikat setelah pasar perdana berakhir. Pasar sekunder efek saham yang sudah berada ditangan masyarakat. Hasil jual beli saham tidak masuk lagi ke kas perusahaan, tetapi berada pada pemegang saham yang bersangkutan. Perusahaan yang menerbitkan saham tidak terlibat lagi dalam jual beli saham tersebut. Dari sudut investor, pasar sekunder harus dapat menjamin likuiditas efek. Dari sudut pandang perusahaan pasar sekunder merupakan wadah untuk menghimpun para investor, baik investor lembaga maupun investor perorangan.

3. Bursa Paralel. Bursa pararel adalah suatu sistem perdagangan efek yang terorganisasi di luar Bursa Efek Jakarta, dengan bentuk pasar sekunder. Bursa paralel diatur dan diselenggarakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE). Bursa paralel diawasi dan dibina oleh Badan Pelaksanan Pasar Modal (Bapepam). Pada bursa paralel prosedur pasar perdanannya sama.

Manfaat Pasar Modal

1. Manfaat bagi investor : selama ini pemodal relatif terbatas menanamkan dananya di bank (deposito) dengan perkembangan pasar modal yang menerbitkan saham, obligasi dan sekuritas membuka kesempatan untuk mengoptimalkan perolehan dari dana yang dimiliknya.

2. Manfaat yang dapat diambil :

– Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi.

– Sebagai pemegang saham, investor memperoleh dividen, sebagai pemegang obligasi investor memperoleh bunga tetap/bagi hasil atau pendapatan lain yang mengambang.

– Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham dan mempunyai hak suara dalam RUPO bagi pemegang obligasi.

– Dapat dengan mudah mengambil instrumen investasi, misalnya dari saham y ke saham x sehingga dapat meningkatkan keuntungan atau mengurangi resiko investai.

– Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen untuk mengurangi risiko.

3. Manfaat Bagi Pemerintah :

– Dengan perkembangan pasar modal terjadi pemeratan hasil pembangunan.

– Membuka kesempatan kerja.

– Mengurangi ketegangan sosial dikalangan masyarakat.

4. Manfaat bagi Perusahaan dan Dunia Usaha :

– Menyediakan sumber pendanaan atau pembiayaan.

– Memberikan wahana investasi bagi investor.

– Menyediakan indikator utama bagi tren ekonomi negara.

– Memungkin penyebaran pemilikan perusahaan.

– Menciptakan lapangan kerja.

– Memberikan kesempatan memiliki perusahaan.

– Alternatif investasi.

– Membina iklim keterbukaan.

– Mendorong pengelolaan perusahaan dengan iklim terbuaka.

Struktur Pasar Modal

1. Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Pada saat dihidupkan kembali Pasar Modal di Indonesia pada tahun 1976, Pemerintah membentuk Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) berdasarkan Kepres Nomor 52 Tahun 1976. Bapepam dipimpin seorang ketua yang diangkat oleh Presiden. Dalam pelaksanaan tugas ia bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan. Kewenangan Bapepam :

– Memberi izin usaha (antara lain kepada Bursa Efek, Lembaga Kliring, penjamin, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, Reksa Dana, Perusahaan Efek, perseorangan termasuk memberi persetujuan bagi bank kostadian).

– Mewajibkan pendaftaran Profesi Penunjang Pasar Modal dan Wali Amanat.

– Menetapkan persyaratan dan tata cara pencalonan dan memberhentikan untuk sementara waktu komisaris dan/atau direktur serta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjamin serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesian sampai dipilihnya yang baru.

– Menetapkan persyaratan dan tata cara pernyataan pendaftaran serta menyatakan menunda atau membatalkannya.

– Mengadakan pemeriksaan dan penyidikan dalam hal pelanggaran terhadap Undang-Undang.

– Mewajibkan semua pihak untuk menghentikan dan memperbaiki iklan atau promosi pasar modal dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah akibat yang timbul dari iklan.

– Melakukan pemeriksaan.

– Menunjuk pihak lain melakukan pemeriksaan.

– Mengumumkan hasil pemeriksaan.

– Membekukan dan membatalkan pencatatan suatu efek pada bursa efek.

– Menghentikan perdagangan di Bursa Efek untuk jangka waktu tertentu.

– Memeriksa keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek.

– Menetapkan biaya perizinan.

– Melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakat.

– Memberikan penjelasan atas UUPM atau peraturan pelaksanaannya.

– Menetapkan instrumen lain sebagai efek selain yang telah ditetapkan dalam Pasal 1 Angka 5 UUPM.

– Melakukan hal-hal lain yang diberikan berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal.

2. Bursa Efek. Pasal 1 Butir 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) : “Penyelenggara dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara merek”. Pasal 11 UUPM : “Bursa efek merupakan self regulatory body, lembaga yang diberi kewenangan untuk mengatur pelaksanaan kegiatannya yang mengikat para pihak yang berhubungan dengan efek. Peraturan terebut baru berlaku setelah mendapat persetujuan dari Bapepam. Bursa efek wajib membentuk satuan pemeriksa untuk menjalankan pemeriksaan berkala atau sewaktu-waktu terhadap anggota bursa dan terhadap kegiatan manajemen bursa efek”.

3. Perusahaan Efek. Perusahaan efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek dan/atau manajer investasi. Dari sudut kepemilikan perusahaan efek dibedakan atas : Perusahaan efek nasional dan Perusahaan efek patungan (joint venture). Kegiatan Perusahaan Efek :

a. Penjamin Emisi. Penjamin emisi efek adalah (under writer) adalah pihak yang membuat kontrak dengan emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual. Intinya “perusahaan yang menjamin penjualan obligasi” atau dapat juga disebut sebagai mediator emiten dengan pemodal. Jenis dan cara penjaminan emisi :

i. Kesanggupan penuh (full commitment), dalam hal ini penjamin emisi mengikatkan diri untuk menawarkan efek kepada mayarakat dan membeli sisa efek yang tidak laku dengan harga yang sama dengan harga penawaran pasar perdana.

ii. Kesanggupan terbaik (best effort commitment), Penjamin emisi akan berusaha semaksimal mungkin menjual efek-efek emiten. Namun apabila tidak habis penjamin emisi tidak wajib membelinya.

iii. Kesanggupan siaga (standby commitment), penjamin efek berusaha semaksimal mungkin untuk menjual efek semaksimal mungkin kepada investor dan apabila ada yang tersisa sampai batas waktu penawaran, maka penjamin emisi menyanggupi membeli sisa dengan harga tertentu di bawah harga penawaran pasar perdana.

iv. Kesanggupan semua atau tidak sama sekali (all or non commitment), apabila efek yang ditawarkan ternyata sebahagian tidak terjual, maka penjualan efek tersebut dibatalkan sama sekali. Artinya bagian efek yang telah dipesan akan dibatalkan penjualannya dan semua sisa efek akan dikembalikan kepada emiten. Dalam konteks ini dikenal istilah komitemen minimum atau maksimum. Apabila penjualan efek telah sampai batas minimum, maka penjamin emisi efek dapat meneruskan penjulan, apabila sebaliknya maka penjualan efek dibatalkan.

b. Perantara Pedagang Efek (Broker). Salah satu yang membedakan pasar modal dan pasar barang adalah broker. Dalam istilah sehari-hari broker dikenal dengan “Makelar”. Namun khusus dalam pasar modal Indonesia, istilah ini telah diganti dengan “Pialang”. Seorang investor tidak dapat langsung membeli atau menjual surat berharganya secara langsung di bursa, akan tetapi harus melalui broker ini. Jenis-Jenis Pialang :

i. Retail broker (individual broker), hanya melayani kepentingan individu.

ii. Intitutional broker, hanya melayani pelanggan lembaga saja.

iii. Discount broker, pialang yang memberikan pelayanan tidak lengkap (Kalau lengkap melayani eksekusi order, pelayanan nasihat, informasi terbaru atau menyampaikan hasil analisis).

iv. Full service broker, memberikan pelayanan lengkap.

v. Internet broker, mekanisme pelayanan melalui internet.

c. Manajer Investasi. Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola fortofolio efek untuk para nasabah atau pengelola fortopolio kolektif untuk sekelompok nasabah (kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal. Dana nasabah yang terkumpul kemudian diinvestasikan pada macam-macam jenis efek.

4. Lembaga Kliring dan Penjamin (LKP). Lembaga ini berfungsi menyelesaikan semua hak dan kewajiban yang timbul dari transaksi di bursa efek. Lembaga ini dapat juga berfungsi sebagai agen pembayaran atas transaski jual beli obligasi. Umumnya yang ditunjuk sebagai lembaga kliring adalah bank. Lembaga ini juga bertugas membayar bunga pinjaman pokok atas obligasi setelah obligasi masuk ke bursa efek atau pasar sekunder.

a. Lembaga penunjang.

i. Biro Administrasi Efek, pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.

ii. Bank Kostadian, pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

iii. Wali Amanat, pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang dan seluruh kepentingan pemegang obligasi. Wali Amanat juga berperan sebagai pemimpin dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).

iv. Penasehat Investasi, pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa. Untuk perorangan disebut dengan “Wakil Manajer Investasi”. Apabila penasehat investasi berbentuk perseroan harus memiliki modal stor 500 juta dan memiliki seorang direktur yang memiliki pengetahuan dibidang peringkat efek.

v. Pemeringkat Efek, perusahaan swasta yang memberikan peringkat/rangking atas efek yang bersifat utang (seperti obligasi). Tujuan dari pemeringkatan ini adalah untuk memberikan pendapat (independen, objektif dan jujur) mengenai resiko suatu efek utang. Di Indonesia saat ini ada dua : PT REFINDO dan PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia (DCR).

b. Lembaga profesi penunjang.

i. Akuntan Public, profesi yang berfungsi untuk memeriksa kondisi keuangan emiten serta memberikan pendapatnya tentang kelayakan emiten dalam menerbitkan obligasi dan reksa dana. Akuntan juga berfungsi mendorong perusahan untuk memenuhi prinsip-prinsip good corporate governance, khususnya mengenai keterbukaan dan tranparansi.

ii. Konsultan Hukum, bertugas untuk meneliti legalitas perusahaan dan membuat pernyataan, antara lain meliputi :

– Akta pendirian/anggaran dasar.

– Penyetoran modal oleh pemegang saham sebelum go public.

– Pemilikan izin usaha.

– Status kepemilikan atas aktiva perusahaan (milik perusahaan, disewa atau atas nama pihak lain).

– Perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh perusahaan dengan pihak ketiga (misalnya kerja sama, perolehan pinjaman, perdagangan, royalti).

– Gugatan atau tuntutan.

– Konsultan hukum ada yang bersifat in house lawyer dan ada yang independent lawyer.

iii. Penilai, pihak yang menerbitkan dan menandatangani laporan penilai. Laporan penilai adalah pendapat atas nilai wajar aktiva yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian dari penilai.

iv. Notaris, bertugas untuk memberikan pelayanan dalam hal membuat berita acara RUPS dan menyusun pernyataan keputusan rapat, baik yang go public maupun belum. Bagi yang sudah go public, memeriksa :

– Keabsahan persiapan RUPS (harus sesuai dengan ketentuan AD termasuk pemanggilan dan waktunya).

– Keabsahan dari para pemegang sagam atau kuasanya untuk menghadiri RUPS.

– Menjaga dipenuhinya ketentuan kuorum.

– Meneliti perubahan anggaran dasar, hal ini dilakukan untuk menjamin : Tidak ada materi pasal yang bertentangan dengan peraturan perundangan dan Menyesuaikan pasal-pasal untuk memenuhi ketentuan pasar modal.

v. Lembaga Penyimpan dan Penyelesaian, lembaga ini bertugas menyelenggarakan kustodian, terdiri dari :

– Perusahaan emiten, perusahan yang memperoleh dan dari pasar modal dengan menerbitkan saham, obligasi dan reksa dana serta menjualnya secara umum kepada masyarakat.

– Reksa dana, salah satu alternatif investasi, khususnya pemodal kecil dan tidak memiliki banyak waktu untuk menghitung resiko atas investasi mereka. Dirancang sebagai sarana menghimpun dana masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s