Macam-Macam Perizinan

Posted: 9 June 2013 in materi

DewiKeadilan

Persyaratan untuk memperoleh ijin usaha pertambangan

IUP eksplorasi adalah izin yang diberikan untuk kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi dan studi kelayakan dalam rangka pertambangan. Menurut Pasal 29 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, IUP eksplorasi diberikan berdasarkan permohonan dari badan usaha, koperasi dan perseorangan yang telah mendapatkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan studi kelayakan, pemegang IUP eksplorasi yang mendapatkan mineral atau batubara yang tergali wajib melaporkan kepada pemberi IUP.

Persyaratan Untuk Memperoleh IUP Eksplorasi

Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, mengatur bahwa persyaratan IUP Eksplorasi meliputi persyaratan :

1. Administratif;

2. Teknis;

3. Lingkungan;

4. Finansial.

A. Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk badan usaha meliputi :

a. Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara :

1. Surat permohonan;

2. Susunan direksi dan daftar pemegang saham;

3. Surat keterangan domisili.

b. Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dari batuan :

1. Surat permohonan;

2. Profil badan usaha;

3. Akta pendirian badan usaha yang bergerak dibidang usaha pertambangan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;

4. Nomor pokok wajib pajak;

5. Susunan direksi dan daftar pemegang saham;

6. Surat keterangan domisili.

B. Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk koperasi meliputi :

a. Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara :

1. Surat permohonan;

2. Susunan pengurus;

3. Surat keterangan domisili.

b. Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dan batuan :

1. Surat permohonan;

2. Profil koperasi;

3. Akta pendirian koperasi yang bergerak dibidang usaha pertambangan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;

4. Nomor pokok wajib pajak;

5. Susunan pengurus;

6. Surat keterangan domisili.

C. Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk orang perseorangan, meliputi :

a. Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara :

1. Surat permohonan;

2. Surat keterangan domisili.

b. Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dan batuan :

1. Surat permohonan;

2. Kartu tanda penduduk;

3. Nomor pokok wajib pajak;

4. Surat keterangan domisili.

D. Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam huruf a untuk perusahaan firma dan perusahaan komanditer meliputi :

a. Untuk IUP Eksplorasi mineral logam dan batubara :

1. Surat permohonan;

2. Susunan pengurus dan daftar pemegang saham;

3. Surat keterangan

b. Untuk IUP Eksplorasi mineral bukan logam dari batuan :

1. Surat permohonan;

2. Profil perusahaan;

3. Akta pendirian perusahaan yang bergerak dibidang usaha pertambangan;

4. Nomor pokok wajib pajak;

5. Susunan pengurus dan daftar pemegang saham;

6. Surat keterangan domisili.

E. Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam huruf b untuk IUP Eksplorasi, meliputi :

1. Daftar riwayat hidup dan surat pernyataan tenaga pertambangan dan/atau geologi yang berpengalaman paling sedikit 3 (tiga) tahun;

2. Peta WIUP yang dilengkapi dengan batas koordinat geografis lintang dan bujur sesuai dengan ketentuan sistem informasi geografi yang berlaku secara nasional,

F. Persyaratan lingkungan sebagaimana dimaksud dalam huruf c untuk IUP Eksplorasi meliputi pernyataan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

G. Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud dalam huruf d untuk IUP Eksplorasi, meliputi :

1. Bukti penempatan jaminan kesungguhan pelaksanaan kegiatan eksplorasi;

2. Bukti pembayaran harga nilai kompensasi data informasi hasil lelang WIUP mineral logam atau batubara sesuai dengan nilai penawaran lelang atau bukti pembayaran biaya pencadangan wilayah dan pembayaran pencetakan peta WIUP mineral bukan logam atau batuan atas permohonan wilayah.

Tanda Daftar Perusahaan

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan pelaksanaannya dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang. Setiap perusahaan wajib memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP) baik berbentuk badan hukum, koperasi, perorangan, dll. Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau pengurus perusahaan atau dapat diwakilkan kepada orang lain dengan memberi surat kuasa. Tanda Daftar Perusahaan berlaku selama Perusahaan tersebut masih beroperasi dan wajib didaftarkan ulang setiap 5 (lima) tahun. Perusahaan yang dikecualikan dari Wajib Daftar Perusahaan adalah :

1. Setiap perusahaan yang berbentuk jawatan (Perjan).

2. Perusahaan kecil perorangan yang tidak memerlukan izin usaha.

Dasar Hukum :

1. Undang-Undang  Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

2. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 14 Tahun 2002 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

3. Surat Keputusan Menperindag Nomor : 596/MPP/Kep/9/2004 tentang Standart Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan.

TDP PT (Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas)

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan pelaksanaannya dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang. Setiap perusahaan wajib memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP) baik berbentuk badan hukum, koperasi, perorangan, dll. Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau pengurus perusahaan atau dapat diwakilkan kepada orang lain dengan memberi surat kuasa. Tanda Daftar Perusahaan berlaku selama Perusahaan tersebut masih beroperasi dan wajib didaftarkan ulang setiap 5 (lima) tahun. Perusahaan yang dikecualikan dari Wajib Daftar Perusahaan adalah :

1. Setiap perusahaan yang berbentuk jawatan (Perjan).

2. Perusahaan kecil perorangan yang tidak memerlukan izin usaha.

Dasar Hukum :

1. Undang-Undang  Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

2. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 14 Tahun 2002 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

3. Surat Keputusan Menperindag Nomor : 596/MPP/Kep/9/2004 tentang Standart Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan.

Permohonan IMB bangunan gedung (badan hukum atau badan usaha)

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah persetujuan resmi dari Bupati untuk memulai/ mengakhiri pekerjaan mendirikan, mengubah atau membongkar bangunan. Termasuk dalam jenis izin IMB bangunan gedung milik badan hukum atau badan usaha adalah :

1. Gedung kantor yang sudah ada desain prototipnya atau bangunan gedung kantor dengan jumlah lantai sampai dengan 2 lantai dengan luas sampai dengan 500m2.

2. Gedung pelayanan kesehatan puskesmas.

3. Gedung pendidikan tingkat dasar dan/atau lanjutan dengan jumlah lantai sampai dengan 2 lantai.

Izin Prinsip Usaha Industri Perkebunan

Izin Prinsip Usaha Industri Perkebunan adalah persetujuan tertulis yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan persiapan fisik industri, mesin/peralatan industri, tenaga kerja dan administrasi lairnya yang mendukung pembangunan usaha industri.

Dasar Hukum :

1. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 786/KPTS/KB. 120/10/1996 tentang Perijinan Usaha Perkebunan.

Surat Izin Usaha Perdagangan

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin yang diberikan kepada perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. SIUP wajib didaftar ulang setiap 3 (tiga) tahun. SIUP terdiri atas :

1. SIUP Kecil. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya sampai dengan Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. SIUP Menengah. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

3. SIUP Besar. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah sebagai berikut :

1. Cabang/Perwakilan Perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat.

2. Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sbb :

a. Tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

b. Diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarga/kerabat terdekat.

c. Keuntungan perusahaan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.

Dasar Hukum :

1. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 5 Oktober 2001 Jo. Permerindag RI Nomor 09/M-DAG/PSR/3/2006.

Perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin yang diberikan kepada perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. IUP wajib didaftar ulang setiap 3 (tiga) tahun. SIUP terdiri atas :

1. SIUP Kecil. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya sampai dengan Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. SIUP Menengah. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

3. SIUP Besar. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah sebagai berikut :

1. Cabang/Perwakilan Perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat.

2. Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sbb :

a. Tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

b. Diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarga/kerabat terdekat.

c. Keuntungan perusahaan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.

Dasar Hukum :

1. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 5 Oktober 2001 Jo. Permerindag RI Nomor 09/M-DAG/PSR/3/2006.

Surat Izin Usaha Perdagangan Besar

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin yang diberikan kepada perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. SIUP wajib didaftar ulang setiap 3 (tiga) tahun. SIUP terdiri atas :

1. SIUP Kecil. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya sampai dengan Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. SIUP Menengah. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

3. SIUP Besar. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah sebagai berikut :

1. Cabang/Perwakilan Perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat.

2. Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sbb :

a. Tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

b. Diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarga/kerabat terdekat.

c. Keuntungan perusahaan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.

Dasar Hukum :

1. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 5 Oktober 2001 Jo. Permerindag RI Nomor 09/M-DAG/PSR/3/2006.

Surat Izin Usaha Perdagangan Kecil

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin yang diberikan kepada perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. SIUP wajib didaftar ulang setiap 3 (tiga) tahun. SIUP terdiri atas :

1. SIUP Kecil. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya sampai dengan Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. SIUP Menengah. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

3. SIUP Besar. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah sebagai berikut :

1. Cabang/Perwakilan Perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat.

2. Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sbb :

a. Tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

b. Diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarga/kerabat terdekat.

c. Keuntungan perusahaan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.

Dasar Hukum :

1. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 5 Oktober 2001 Jo. Permerindag RI Nomor 09/M-DAG/PSR/3/2006.

Surat Izin Usaha Perdagangan Menengah

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin yang diberikan kepada perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan perseorangan untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. SIUP wajib didaftar ulang setiap 3 (tiga) tahun. SIUP terdiri atas :

1. SIUP Kecil. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya sampai dengan Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2. SIUP Menengah. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 200.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

3. SIUP Besar. Merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dengan modal disetor dan kekayaan bersih (netto) perusahaan seluruhnya di atas Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah sebagai berikut :

1. Cabang/Perwakilan Perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat.

2. Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sbb :

a. Tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

b. Diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarga/kerabat terdekat.

c. Keuntungan perusahaan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima.

Dasar Hukum :

1. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 5 Oktober 2001 Jo. Permerindag RI Nomor 09/M-DAG/PSR/3/2006.

Tanda Daftar Industri

Tanda Daftar Industri (TDI) adalah izin untuk melakukan kegiatan industri yang diberikan kepada semua jenis industri dalam kelompok industri kecil dengan investasi perusahaan sebesar Rp. 5.000.000,- sampai dengan Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Dasar Hukum :

1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).

2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

3. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 16 Tahun 2003 tanggal 23 September 2003 tentang Perizinan di Bidang Industri.

4. Peraturan menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 41/M-IND/PER/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

Izin Perluasan Industri dengan Persetujuan Prinsip

Izin Perluasan Industri dengan Persetujuan Prinsip adalah izin yang diberikan kepada perusahan industri yang memiliki Izin Perluasan Industri dengan Persetujuan Prinsip melakukan perluasan melebihi 30% (tiga puluh persen) dari kapasitas produksi yang telah diizinkan sesuai izin usaha industri yang dimiliki, kecuali apabila perusahaan melakukan perluasan yang tercakup dalam lingkup jenis industrinya melebihi 30% (tiga puluh persen) dari kapasitas produksi yang telah diizinkan bagi perusahaan yang hasil produksinya dimaksudkan untuk pasaran ekspor meskipun jenis industri tersebut dinyatakan tertutup bagi penanaman modal.

Dasar Hukum :

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).

2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

3. Peraturan menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 41/M-IND/PER/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s